Tampilkan postingan dengan label Sambas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sambas. Tampilkan semua postingan

Wisata Budaya Lestarikan Kain Sambas

Posted by Unknown 13 November 2012 0 komentar
Proses Menenun Kain Sambas
Setelah hampir setahun saya tinggal di Sambas, rasanya baru kali ini saya posting soal hal – hal yang berkaitan dengan sambas, salah satunya berkaitan dengan budaya di Sambas. Asli, saya sedikit “bengong” mau nulis apa. Begitu lihat ada yang jualan kain Sambas, wuihhh akhirnya berakhirlah pada sebuah tulisan ini. Penting tidaknya judul di atas? Baca ada deh ..
Kain tenun Sambas, dirajut wanita – wanita sambas dengan penuh cinta. Diperkenalkan sejak zaman kerajaan dahulu, lebih dikenal sejak dipimpin oleh Sultan Sulaiman. Sultan Sulaiman dikenal sebagai Sultan Muhammad Safiudin I, memimpin kerajaan selama 10 tahun lamanya, terhitung sejak 1675 hingga 1685. Banyak pendapat mengatakan, bahwa sebelum Sultan Sulaiman, kain Sambas atau juga dikenal dengan kain lunggi, sudah menjadi kain kebanggaan masyarakat Sambas. Jika demikian adanya, maka kain Sambas ini sudah ada sejak 300 tahun yang lalu, dilahirkan dari tangan – tangan terampil penuh estetika.
Meski telah berusia ratusan tahun, kain Sambas masih bertahan dengan motifnya yang khas. Kain Sambas tidak terpisahkan dari benang emas, benang emas ini berfungsi sebagai penanda motif. Dahulu, benang emas ini terbuat dari benang emas colok.
Ciri khas lainnya, Kain Sambas ini hampir selalu memunculkan motif pucuk rebung. Berbentuk segitiga, runcing dan memanjang. Ini sebagai bentuk nilai budaya yang terkandung didalamnya, bahwa masyarakat Sambas harus terus maju, bergerak ke depan, sebagaimana diilustrasikan oleh pucuk rebung.
Peruntukannya tentu saja untuk perempuan dan laki – laki, perbedaanya pada ukuran. Untuk perempuan biasanya ukurannya 200 cm x 105 cm, sedangkan untuk laki – laki ukurannya 150 cm x 60 cm. Jangan tanya harganya, sebagai kain motif daerah, biasanya memang relatif mahal sebagaimana kain –kain adat lainnya. Kisaran harganya sekitar 1,5 – 2 juta Rupiah.
Lama pengerjaanya tergantung tingkat kesulitan membuat motif. Semakin sulit, semakin lama. Untuk motif biasa, pengerjaanya sekiranya memakan waktu dua pekan. Sedangkan untuk motif yang sulit, biasanya sampai satu bulan.
Wuih ..melihat beberapa ibu - ibu yang tengah merajut kain Sambas, perlu keshabaran memang. Namun ternyata keshabaran saja tidak cukup, menenun membutuhkan cinta, cinta keluhuran peninggalan masa lalu. Merajut Cinta Di Kain Sambas

Baca Selengkapnya ....

Wisata Budaya Menikmati Suguhan Tarian Jepin

Posted by Unknown 10 November 2012 0 komentar

http://www.wisatabhorneo.blogspot.com
Tarian Jepin
Sungguh elok wisata budaya di kabupaten Sambas. Salah satunya adalah menikmati sajian tarian adat melayu sambas. Salah satu tarian adat melayu Sambas adalah tarian jepin. Tari jepin merupakan tarian khas melayu sambas yang sudah lama di gunakan sebagai hiburan dan juga sebagai tarian untuk menyambut tamu-tamu kerajaan, Tari jepin di mainkan oleh 2 orang  laki-laki, penari jepin biasanya memakai busana khusus yang terdiri dari 3 unsur, yaitu baju teluk belanga yang terbuat dari kain satin, atau kain yang mengkilat, kain tenun sambas yang di pakai hingga lutut, dan kopiah yang berwarna hitam. Tari jepin diiringi oleh musik yang terdiri dari 3 alat musik, yaitu sebuah Gambus, dua buah ketipung dan sebuah gendang panjang dengan berbagai lantunan syair.

Baca Selengkapnya ....

Wisata Kuliner Bubur Pedas Nikmat dan Pedasnya Pas

Posted by Unknown 06 November 2012 0 komentar
Wisata Bhorneo. Sambas - Bubur pedas merupakan salah satu jenis makanan khas yang berasal dari Sambas Kalimantan Barat. Meskipun makanan ini terlihat aneh, namun gizi yang dikandungnya luar biasa sangat banyak.
Dapat dibayangkan seberapa besar kandungan gizinya jika beras yang dihaluskan dikombinasikan dengan campuran sayur mayur seperti kangkung, pakis, daun kesum, dan lain-lain, dipadukan dengan gorengan kacang tanah plus ikan teri yang digoreng kering
Bubur Pedas Khas Sambas
Bubur pedas terbuat dari beras yang ditumbuk halus dioseng, kemudian diberi bumbu-bumbu seperti bawang merah,bawang putih,lada hitam,sere,daun salam tak lupa garam dan gula.
Bumbu-bumbu tersebut ditumbuk halus kecuali sere,daun salam tentunya,lalu dioseng juga seperti beras tumbuk. Kemudian bumbu dimasukkan kedalam air mendidih yang kita isi dengan daging atau tetelan tulang sapi, bersama dengan beras tumbuk.
Setelah beras dan bumbu tercampur kedalam kaldu sapi,maka kita masukkan berbagai macam sayuran seperti kangkung,daun pakis,jagung yang telah dipipil,kentang,daun kunyit dan daun kesum (untuk daun kesum mungkin terasa asing dan hanya ada di Kalbar)daun kesum ini membuat bubur pedas beraroma khas tetapi jika terlalu banyak juga terasa tidak enak bubur pedas nantinya.
Apabila telah masak maka bubur pedas siap dihidangkan bersama dengan krupuk,kacang tanah goreng,kecap manis,sambal dan bawang goreng,serta tambahkan pula perasaan air jeruk. (lik/disbudparkalbar)

Baca Selengkapnya ....

Wisata Budaya Tradisi Saprahan di Sambas

Posted by Unknown 0 komentar
Tradisi Saprahan Saat Pernikahan
Jika anda berkesempatan bertandang ke Kabupaten Sambas. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 5 jam dari Kota Pontianak. Anda bisa menikmati tradisi Saprahan, sebuah tradisi yang membentang dari Kecamatan Selakau hingga Kecamatan Paloh di Ekor pulau Kalimantan. 
 
Tradisi makan ber-Saprah sangat akrab dalam tradisi masyarakat Melayu Sambas.  Masyarakat Melayu Sambas secara teritorial mendiami kawasan sepanjang pesisir pantai utara Kalimantan Barat. Tradisi ber-Saprah biasanya di lakukan pada acara-acara tertentu, seperti acara pernikahan, acara tepung tawar, sunatan, antar pinang, selamatan dan acara lainnya. 
 
Makan Berkelompok
Jamuan makan Saprah masih bisa ditemukan dalam tradisi masyarakat melayu Sambas hingga kini. Kata Saprah sendiri merupakan ungkapan untuk menggambarkan jamuan makan khas melayu yang dilakukan secara berkelompok dengan duduk bersila di lantai.  Dalam beberapa jamuan Saprah dapat ditemukan  kelompok sepanjang  2 x 28 meter hingga 2 x 40 meter, tergantung dengan jumlah orang yang diundang oleh tuan rumah yang punya hajatan dan ‘tarub’ (tenda) yang disediakan. Jamuan untuk undangan pria dan wanita dilaksanakan di tempat yang sama, namun dalam waktu yang berbeda.  Lazimnya jamuan Saprah dilaksanakan untuk undangan pria terlebih dahulu.
 
Makan bersaprah tidak memapakai sendok, jadi harus dengan tangan. Makanya disediakan air cuci tangan. Setelah semuatamu mendapat hidangan baru jamuan boleh dimakan. Ini menunjukan wujud kebersamaan. Selain makanan, ciri khas yang disajikan adalah air ‘sapang’ yaitu air berwarna teh dengan aroma khas yang terbuat dari rendaman kayu Sapang.
 
Saprahan Harus Berlima atau Berenam
Walaupun tidak ada referensi yang dapat menyebutkan secara pasti sejak kapan tradisi Saprah dimulai, namun banyak pihak yang mengaitkan tradisi ini dengan ajaran Islam sebagai agama yang dianut masyarakat Melayu Sambas.  Karena itu makna yang dapat diungkapkan dari makan ber-Saprah tidak lepas dari ajaran agama Islam, seperti jenis makanan dalam setiap kelompok harus berjumlah 5 (lima) yang melambangkan jumlah rukun Islam. Sedangkan jumlah orang dalam satu saprah harus berjumlah 6 (enam) orang yang melambangkan jumlah rukun iman dalam agama Islam.

Demikian pula dengan dengan jumlah pengantar makanan yang  juga harus berjumlah 6 (enam) orang. Khusus untuk pengantar makanan, cara berjalan membawa nampan, menghidangkan makanan dan berbalik arah semuanya teratur, tidak boleh membelakangi undangan.
 
Peran Penyambut Tamu
Adat tuan rumah adalah menghormati tamu. Agar seluruh tamu yang datang semuanya mendapat penghormatan dan penghargaan yang selayaknya dari tuan rumah, maka peran penyambut tamu menjadi penting dalam sebuah jamuan makan ber-Saprah. Penyambut tamu dituntut untuk mengenal seluruh tamu yang diundang. Penyambut tamu bertugas menyambut tamu yang datang sekaligus mengantarkan tamu ke tempat duduknya.  Tempat duduk tamu ditentukan dari status sosialnya di masyarakat, yang disusun mulai dari tempat paling ujung di dalam ‘tarub’. Mereka adalah kelompok yang telah menunaikan ibadah haji dan menjadi panutan, selanjutnya adalah kerabat Raja dan keturunannya, diikuti oleh tokoh dan pemuka masyarakat dan seterusnya.
 

Baca Selengkapnya ....

Festival Danau Sebedang 2012

Posted by Unknown 04 November 2012 0 komentar
Festival Danau Sebedang di Kabupaten Sambas (Kalimantan Barat) akan segera dihelat pada 28-31 Oktober 2012 mendatang yang akan diisi dengan beberapa kegiatan seni, budaya, dan olahraga, bertempat di Objek Wisata Danau Sebedang.

Dalam rangka mempromosikan objek wisata, Disporabudpar (Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata) Kabupaten Sambas dan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Kecamatan Sebawi menggelar event yang baru pertama kali diselenggarakan ini.

danau sebedang
Beberapa rangkaian kegiatan mulai dari Lomba Sampan, Festival Tari Jepin, Festival Tari Nasional, Festival Tari Kreasi, Parade Musik, dan Festival Lagu Daerah Sambas, serta akan diadakan penyuluhan HIV/AIDS. 

Festival Danau Sebedang rencana akan dibuka secara resmi oleh dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH selaku Bupati Sambas, dan dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata ke Kabupaten Sambas.

"Selama ini yang kita tahu, masyarakat Kalimantan Barat pada umumnya cendrung memilih melancong di kawasan pesisir pantai. Dengan adanya kegiatan ini, kita berharap wisatwan tidak hanya berlibur di pantai tetapi juga di wisata Danau atau Lainnya," tandas Albert, seorang warga Sebawi, saat dihubungi via Telephone, Sabtu (20/10/2012) pagi.

Danau Sebedang pada zaman kesultanan Sambas merupakan tempat refreshing para Sultan beserta kerabatnya. Danau buatan hasil peninggalan penambang emas oleh bangsa Tiongkok yang memiliki lebar 1 kilometer persegi. Pegunungan dengan ketinggian ± 400 m dpl menambah keeksotisannya. Dengan jarak tempuh dari ibukota kabupaten ± 12 km, dan merupakan salah satu tempat tujuan wisata di Kabupaten Sambas. (SB)

Sumber : Sambas Borneo

Baca Selengkapnya ....

Tanjung Batu "Surga Wisata Di Tanah Sengketa

Posted by Unknown 0 komentar
Sebuah Objek Wisata bak Kembang Sataman berada di ujung negeri, tepatnya di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas (Kalimantan Barat). Sebuah tanah sengketa yang menjadi persoalan perbatasan negara antara Indonesia dan Malaysia.
Ini memang selalu menjadi isu hangat antara kedua negara, beberapa bulan lalu muncul isu pergeseran patok batas wilayah Indonesia atas Tanjung Datu' seluas 8.000 meter persegi dan Camar Bulan seluas 1.449 meter persegi oleh Malaysia, bermula dari pernyataan anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin.

Tanjung Datu' memiliki pantai pasir putih murni yang indah dengan sebuah taman yang tertata rapi, perbukitan menambah suasana alam yang indah, air yang masih jernih dan bening, terumbu karang masih terjaga, ubur-ubur dan ombak yang sangat dahsyat dan sangat cocok untuk berselancar. Ini sebuah objek wisata yang tiada duanya di Kalimantan Barat.

Namun kendalanya adalah Objek Wisata Tanjung Datu' masuk wilayah "Outstanding Boundary Problem", selain itu Tanjung Datu' sangat terpencil yang terletak paling utara Kalimantan Barat, dan Objek Wisata Tanjung Datu' dikelola dan diberdayakan oleh Pemerintah Malaysia.

Keanekaragaman flora dan fauna masih lestari, terdiri ratusan spesies burung, salah satunya burung merak. Dan hewan primata masih banyak dijumpai seperti Kera, Lutung, Orang Utan, Gibbons, Kancil, dan berbagai jenis tupai kita jumpai di kawasan ini.

Dan lebih menarik lagi, katak langka juga bisa di temukan di kawasan sengketa ini yakni Katak Sungai Sambas. Ubur-ubur dan Penyu menambah keendemikannya di Kalimantan Barat, karena satu-satunya wilayah yang mempunyai penyu. Pantai Tanjung Datu' sejak dahulu menjadi rumahnya para kura-kura, penyu, lumba-lumba, paus, dan beberapa spesies yang tidak dikenal juga telah dilaporkan di kawasan sengketa ini.
Objek Wisata Tanjung Datu' berhadapan langsung dengan Laut Natuna dan Laut Cina Selatan, sehingga membuat ombak sangat cocok untuk snorkeling, scuba diving, dan aktivitas penyelaman. 
Terumbu karang Tanjung Datu' juga merupakan rumah bagi sejumlah hewan berbisa diantaranya adalah Ular Laut, Ular Coral, dan Kerang Cone.
"Kami sangat berharap Pemprov. Kalimantan Barat bisa mengelola objek wisata yang tidak kalah saing dengan Pantai Kuta Bali, dan Beberapa bulan lalu orang Bali berkunjung kesini dan menyimpulkan bahwa Pantai Tanjung Datu' dan Temajuk jauh lebih indah dibandingkan Pantai Kuta Bali. Hingga saat ini sebagian wilayah Tanjung Datu' sudah dikelola oleh Pemerintah Malaysia, Pemerintah Indonesia kapan mau berbenah?," ujar Marwan, salah satu warga Desa Temajuk, Minggu (28/10/2012) sore, saat ditemui di Sambas.
Sumber : Sambas Borneo 

Baca Selengkapnya ....

Berburu Surga di Ekor Borneo

Posted by Unknown 0 komentar
Camar Bulan…Temajuk….Paloh…Tanjung Datok…Tapal Batas…..
Desa Temajuk, Surga wisata yang terpendam
Mungkin akhir-akhir ini kita sering mendengar nama beberapa tempat tersebut. Yah, nama-nama tersebut sangat akrab ditelinga kita dan kembali menumbuhkan jiwa nasionalisme kita, ketika pemberitaan di media tentang polemik tapal batas di daerah tersebut. Namun, saya mengesampingkan polemik tersebut, dan saya ingin berbagi cerita tentang sebuah “surga” yang terpendam, sebuah potensi wisata yang terletak di ekor pulau Kalimantan, sebuah surga bagi penikmat keindahan alam, dan surga bagi pemburu moment.
Desa ini secara administatif berada di kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Memiliki garis pantai yang sangat panjang (sekitar +/- 60km) terhampar luas membentang sepanjang pesisir menuju desa Temajuk. Untuk mencapai desa ini tidaklah mudah. Dari Kota Singkawang (tempat saya tinggal), membutuhkan waktu tempuh sekitar 6 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor, dengan jarak tempuh sekitar 200 km. Dari Kota Singkawang menuju ke arah Sambas, kemudian ambil jalur yang menuju Kartiasa. Kondisi jalan aspal dan perjalanan masih mudah ditempuh. Setiba nya di Kartiasa, kita menyeberang sungai menggunakan ferry penyeberangan (KMP.Semah) dengan tujuan Teluk Kalong, dengan tarif Rp.5000,- per motor.  Setiba nya di seberang, kita lanjutkan perjalanan menuju arah Paloh. Kondisi jalan masih bagus dan beraspal, hingga desa Liku. Mulai dari Desa Liku, kondisi jalan agak sedikit rusak (medan jalan aspal berlubang) hingga desa Setingga. Selepas desa Setingga, kemudian melewati desa Merbau, dan sampai di Sungai Sumpit. Sekali lagi kita harus menyeberang sungai dengan menggunakan perahu bangkong  bermesin 2PK, dengan tariff Rp.10.000,- per motor menuju desa Ciremai.

Teluk Kalong Camar Bulan
Dari desa Ciremai, perjalanan sudah tidak jauh lagi, jarak tempuh masih sekitar 50 km. Namun, dari sini lah perjalanan berat itu dimulai. Kondisi jalan aspal yang rusak hingga simpang sungai belacan. Dari Sungai Belacan, jalan mulai agak sedikit baik, sudah mulai ada perkerasan jalan tanah selebar 6 meter sepanjang +/-25 km. Nah, akhir dari jalan tanah kuning ini lah kita akan bertemu dengan jalur ‘neraka’. Jarak menuju Desa Temajuk sudah dekat, hanya tinggal sekitar 10 km lagi. Tapi 10 kilometer ini harus ditempuh dengan perjuangan yang lumayan berat, yaitu medan berpasir gembur, yang bisa membuat kita terjatuh jika kita tidak siap & extra berhati-hati dalam berkendara. Sebenarnya, jika kita sudah mengetahui kondisi medan, kita bisa menggunakan jalur alternative menggunakan jalur pantai, yaitu berkendara di pinggir pantai. Jalur pantai ini bisa kita tempuh dari Tanjung Bendera, ada sebuah jalan semen ke arah pantai, sebelum akhir dari jalan tanah. Dan untuk melewati pinggir pantai ini pun, kita harus mengetahui pasang surut nya pantai, dan bisa kita tanyakan kepada penduduk yang kita jumpai di jalan, jika air laut sedang surut, kita bisa melewati nya, namun jika air pasang, jangan coba-coba lewat jalur pantai jika anda tidak ingin terjebak.
Welcome Temajuk….Selamat Datang di Temajuk…..
Akhir dari perjalanan, akhir dari keletihan, akhir dari keputus-asa-an, akhirnya terbayar ketika tiba di dusun Camar Bulan,  Desa Temajuk. Warga yang ramah, menyambut hangat dengan senyuman, dan tentunya panorama yang indah yang siap memanjakan. Untuk penginapan kita bisa menggunakan sebuah villa, Pondok Wisata Teluk Atong Bahari, yang di kelola oleh Pak Atong, salah satu penggiat wisata di desat Temajuk. Cukup dengan bertanya kepada penduduk, maka anda dengan sendiri nya akan dipandu menuju lokasi ini, karena jalan menuju lokasi ini sangat mudah di tempuh. Bagaimana dengan makan…??? Anda tidak perlu khawatir, karena ada beberapa warung makan yang menyediakan menu khas pantai dengan harga yang sangat terjangkau.
Untuk komunikasi, anda tidak perlu khawatir, karena sudah ada menara operator selular dari Telkomsel di desa ini. Untuk listrik, anda juga tidak perlu khawatir, karena hampir setiap rumah punya mesin genset untuk pembangkit listrik disini (listrik dari Negara belum masuk ke desa ini). Untuk berkeliling desa ini, anda bisa menggunakan jasa Pak Atong, dan beliau siap mengantar anda ke setiap sudut tempat wisata yang ada di desa Temajuk.
Kondisi pantai yang masih alami, dengan pantai pasang surut yang exotic,pasir putih yang terhampar luas, gugusan bebatuan granit yang indah, dan bebatuan granit berpadu batuan karang yang exotic, terhampar hingga Tanjung Datuk,  memanjakan setiap mata yang berkunjung kesana. Anda juga bisa menikmati pemandangan bawah laut dengan menggunakan snorkel  di Teluk Atong. Gugusan bebatuan granit dari yang kecil hingga yang sangat besar bisa anda jumpai di lokasi Batu Pipih, tidak jauh dari penginapan Teluk Atong. Anda juga bisa menikmati suasana indah nya matahari terbenam di dermaga panjang yang ada di dusun Camar Bulan.
Khusus bagi saya, ini adalah sebuah surga. Surga yang indah untuk di abadikan dalam sebuah gambar, surga yang exotic untuk di gali keindahan setiap sudut panoramanya. Surga yang akan menjadi agenda wajib dalam daftar kunjungan. Sebuah surga yang menawarkan keindahan alami, walau harus menempuh jalur ‘neraka’ untuk menemukannya. Semoga desa ini bisa menjadi salah satu destinasi wisata pantai, yang tentunya harus di tunjang dengan infrastruktur & akses jalan yang layak, dimana anda & keluarga bisa dengan mudah berlibur di pantai Temajuk. Akhir kata, datanglah ke Temajuk & nikmati panorama keindahan pantai Temajuk.
Salam Jepret…..

Sumber : Di Sini

Baca Selengkapnya ....

Wisata Danau Sebedang Sambas

Posted by Unknown 22 Maret 2009 0 komentar
Adalah salah satu tempat tujuan wisata yang terletak di desa Sebedang ± 12 km dari jantung ibukota Kab Sambas. Danaunya yang lebar 1 km2 dan dikelilingi oleh pegunungan dengan ketinggian ± 400 m diatas permukaan laut, mempunyai pemandangan alam yang menarik, merupakan salah satu tempat bersejarah bagi para sultan Sambas beristirahat.
Di Danau Sebedang ini, sering diadakan kegiatan - kegiatan budaya. Misalnya Gawai Dayak Dan Melayu, semacam kegiatan asimilasi antar budaya, kegiatannya misalnya lomba perahu, lomba menari, dan beberapa pertandingan tradisional lainnya.
Untuk ke sini, tidak perlu merogoh kocek dalam - dalam, anda bisa menginap di kota Sambas, mengingat secara akomodasi masih bisa ditempuh, yakni sekitar 15 menit perjalanan normal.


Baca Selengkapnya ....

Putri Anam Cerita Rakyat Sambas

Posted by Unknown 21 Januari 2009 0 komentar
Ini cerita tentang seorang putri dengan Pak Rusa’. Putri tadi bernama Bussu. Kisah ini bermula dari suatu hari Putri Bussu melayangkan kipas ke rumah Pak Rusa’. Kipas tadi menyangkut di rumah Pak Rusa’. ” Putri, putri buatkan aku bubur ya .....”, kata Pak Rusa pada sang putri ” Baiklah, Pak Rusa’, jawab sang putri

Dibuatkannyalah bubur, namun belum juga dimakannya sampai menjelang siang dan bubur tersebut menjadi dingin. Tidak lama kemudian bubur itupun dimakan oleh Pak Rusa’. Tidak lama kemudian Pak Rusa’ bertanya kepada tuan putri.

” Apa yang berbunyi riuh rendah tuan putri? tanya Pak Rusa’, ” Itu orang menumbuk emping disiang hari, jawab Sang Putri. ” Apa yang dikipas - kipas, tuan putri? tanya Pak Rusa’.” Orang sedang menyapu lantai di siang hari, Pak Rusa’ kata Tuan Putri". ” Apa yang terang benderang, tuan putri ? ” tanya Pak Rusa. ” Bintang Timur merupakan tanda hari akan siang, Pak Rusa, kata Tuan Putri. ” Apa yang bergoyang goyang, tuan putri ? ” tanya Pak Rusa’. ” Daun simpur ditiup angin, Pak Rusa’., kata Tuan Putri. ” Apa yang bergerak gerak, tuan putri ? tanya Pak Rusa. ” Hanyut kayu besar dari hulu Pak Rusa”, kata Tuan Putri. ” Masak bubur lagi kah tuan putri ? tanya Pak Rusa’. "Benar sejak dari tadi sudah dimasak, hingga dingin rasa bubur itu, kata tuan putri. Lalu Pak Rusa’ makan bubur itu sampai habis. Jika tuan putri pulang, ambillah labu barang sebutir disitu. ” Iya, jawab Tuan Putri. ” Yang ringan saja tuan putri. Nanti sesampai di rumah tutup pintu, tutup jendela, turunkan kelambu lalu belahlah dua labu tersebut. Setibanya di rumah tuan putripun menutup semua pintu dan jendela serta menurunkan kelambu, maka dibelahnya labu tersebut. Betapa terkejutnya sang putri ternyata penuh dengan emas di dalam labu tersebut.

Timbul keinginan kakak sang putri yang bernama Putri Anam untuk memiliki labu tersebut. Kemudian bertanyalah Putri Anam kepada Putri Bussu, dimana ia memperoleh labu itu ?. Putri Bussupun menjawab bahwa ia membuatkan bubur Pak Rusa. Kemudian lanjut Putri Bussu bahwa kipasnya tersangkut di pohon jeruk Pak Rusa’ lalu ia bercerita. Kipas saya sangkut di pohon jeruk Pak Rusa’, katanya.

Kemudian Putri Anampun mencontoh apa yang telah Putri Bussu ceritakan kepadanya, Putri Anam juga langsung melayangkan kipas ke rumah Pak Rusa’. Kemudian Putri Anam pergi ke rumah Pak Rusa’ sesampainya di rumah Pak Rusa’, Pak Rusa’ pun berkata kepada Putri Anam.

” Putri, putri, buburkanlah saya”, kata Pak Rusa’ ” Iya’ jawab tuan putri. Maka Putri Anampun membuat bubur dan haripun menjelang siang, seperti biasa bubur itupun menjadi dingin. ” Makanlah, sudah dingin”, kata Putri Anam. ” Iya, jawab Pak Rusa’.

Belum menjelang siang sudah dikatakannya dingin bubur tersebut, kata Pak Rusa’. Maka Pak Rusa’ makan bubur tersebut. Namun pada saat Pak Rusa’, akan memakannya, panas bukan main bubur tersebut. Rasa terbakar mulut Pak Rusa’. Tunggu kau tuan putri, jawab Pak Rusa’ sambil mengumpat. Menjelang malam kita akan bercerita tuan putri kata Pak Rusa’.

” Apa yang berbunyi riuh rendah tuan putri? tanya Pak Rusa’. ” Itu orang menumbung emping di siang hari, Pak Rusa’ jawab Tuan Putri. ” Apa yang dikipas-kipas, tuan putri? tanya Pak Rusa’. ” Orang sedang menyapu lantai di siang hari, Pak Rusa’, kata tuan putri. ” Apa yang terang benderang, tuan putri ? ” tanya Pak Rusa’. ” Bintang Timur tanda hari akan siang, Pak Rusa’, kata Tuan Putri. ” Apa yang bergoyang goyang tuan putri ?, tanya Pak Rusa’. ” Daun Simpur ditiup angin, Pak Rusa’, kata tuan putri

” Apa yang bergerak gerak, tuan putri ? tanya Pak Rusa. ” Hanyut kayu besar dari hulu Pak Rusa’, kata tuan putri. Buburkan lagi saya tuan putri, kata Pak Rusa’. Menjelang siang nanti artinya bubur tersebut sudah dingin kata Pak Rusa’. Belum lagi hari menjelang siang sudah dikatakannya dingin bubur tersebut. Setelah itu dimakannyalah bubur yang lagi panas tersebut. Sekali lagi Pak Rusa’ merasa dibohongi oleh Putri Anam. Tunggu kau, kata Pak Rusa’ sambil mengumpat. Nanti jika tuan putri pulang ambillah labu yang terletak di bawah dapur. Ambillah sesuka hatimu, kata Pak Rusa’ yang ringankah atau yang berat, Oh kalau begitu saya memilih yang berat saja, banyak isinya. Nanti sesampai di rumah tutup pintu, tutup jendela turunkan kelambu. ” Baiklah Pak Rusa’, kata Putri Anam.

Maka sesampai di rumah Putri Anam pun menutup pintu, menutup jendela menurunkan kelambu, kemudian dibelahnya buah labu tersebut, betapa terkejutnya sang Putri Anam, bukannya emas yang didapat malah sebaliknya celaka yang didapat karena yang keluar dari dalam buah labu tersebut ular, kalajengking, lipan dan matilah Putri Anam tersebut digigit binatang yang keluar dari buah labu tersebut.

Begitulah ceritanya balasan orang yang suka berbohong dan tidak sabar.

Baca Selengkapnya ....

Keraton Kerajaan Sambas

Posted by Unknown 0 komentar
Istana Sambas yang ada sekarang, dibangun oleh Sultan Muhammad Mulia Ibrahim tahun 1933, ditempati 6 juli 1935. Biaya pembangunan Istana sambas sebesar 65. Golden, dari bantuankredit Sultan Kutai. Pembangunan dilaksanakan pemborong Tjin Nyuk dari Pontianak. Dengan luas bangunan berukuran panjang 9,50 meter dan berukuran lebar 8,05 meter.

Ditepian Muara Ulakan simpang tiga pertemuanSungai Sambas kecil, Sungai Subah, Sungai Teberau, sekarang di Desa Dalam Kaum, Kecamatan sambas sejak dahulu telahberdiri Istana Kesultanan Sambas (1632) didirikan oleh Raden Bima gelar Sultan Muhammad Tajuddin, Sultan Sambas ke-2. Dipinggir sungai, terdapat sebuah tangga jembatan biasa disebut dengan seteher, tempat singgahan sampan atau perahu dan kendaraan air yang banyak di sungai Sambas.

Naik ke daratan di pinggir sungai, terdapat jalan masuk ke halaman Istana. Sebelum masuk kita akan melalui sebuah gerbang pintu masuk ke halaman Istana yang dinamakan gerbang Segi Delapan. Pintu masuk gerbang bersegi delapan yang jauhnya dari pinggir sungai lebih kurang 30 meter. Gerbang bersegi delapan bertingkat dua itu dahulu digunakan untuk : 
Bagian bawah tempat penjaga dan tempat istirahat rakyat yang berkunjung ke istana sebelum memasuku halaman istana. Bagian atas untuk tmpat mengatur penjagaan dan apabila ada keramaian dipergunakan untuk menabuh gamelan dan alat-alat kesenian. Arti dari segi delapan adalah delapan penjuru mata angin, dan sebagai mengenang jasa pendiri keraton yang ada sekarang adalah Sultan, Sultan Muhammad Syafiuddin II. Atap bangunan segiempat sebagai simbul bagi Sultan mengikuti sifat Rasullulah yakni : Siddiq (benar), Amanah (keprcayaan), Tabligh (menyampaikan) dan Pathonah (sempurna). Setelahmelalui pintu grbang pertama, ditemukan sebuah tiang bendera di tengah halaman, untuk menaikan bendera kesultanan yang berwarna kuning emas setiap hari besar pada zaman dulu.

Tiang yang bertopang empat yang berarti Sultan diabntu oleh empat orang pembantu yang disebut wazir. Dibawah tiang bendera terdapat 3 buah meriam kuno hadiah dari tentara Inggris tahun 1813 menghargai kepahlawanan putera Pangeran Anom melawan inggris. Salah satu disebut Si Gantar Alam. Disisnilah seorang pejuang bernama Thabrani Akhmad telah gugur ditembus peluru penjajah Belanda karena membela mempertahankan bendera merah putih.

Dan diabadikan dengan monumen baru " Di tempat ini tanggal 27 Oktober 1945 telah gugur seorang pejuang kemerdekaan disaat akanmengibarkan bendera merah putih". Disamping kiri masuk, tidak jauh dari tiang bendera terdapat pohon kayu putih, untuk mengenang peristiwa selesai perang Sungkung pada tahun 1883. Ditanam atas perintah sultan dan Pangima Daud dan Panglima Bakar.

Baca Selengkapnya ....

Wisata Air Terjun Riam Marasap Sambas

Posted by Unknown 0 komentar
Air Terjun Meriam Merasap merupakan potensi wisata alam di daerah perbatasan di Kabupaten Sambas yang masih belum dikelola secara maksimal.

Air Terjun Riam Merasap persisnya terletak di wilayah Kecamatan Sajingan Besar dan berbatasan langsung antara Indonesia dan Malaysia.

Dari pusat kota Sambas menuju lokasi air terjun Riam Merasap berjarak 82 Kilometer (KM). Untuk ke lokasi  bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.  "Sementara dari Malaysia untuk menikmati air terjun ini, dari titik nol perbatasan hanya menempuh jarak 10 km," kata Randa, pengurus saluran air Bersih Riam Merasap ke pemukiman masyarakat kepada Equator beberapa bulan yang lalu.  

Kecamatan Sajingan merupakan wilayah perbatasan Aruk (Indonesia) dan Biawak (Malaysia), maka tidak heran kalau melihat warga jiran sering menikmati kesejukan Air Terjun dua tingkat yang berketinggian 20 meter dengan lebar 8 meter ini. Setiap hari Minggu pasti ada saja warga Malaysia yang datang ke Air Terjun Riam Merasap, baik dari Biawak, Lunduk dan Sematan.

Banyaknya warga Malaysia yang menikmati air terjun, dikarenakan jarak dari titik nol perbatasan Indonesia dan Malaysia menuju ke lokasi Air Terjun Riam Merasap hanya berjarak 10 km saja, sementara dari jalan raya Sajingan berjalan kaki menuju lokasi air terjun riam merasap hanya berjarak 2 km. “Itupun satu kilonya bisa menggunakan kendaraan roda dua," jelas Randa.

Menurut randa, 90 persen masyarakat Kecamatan Sajingan Besar sudah memanfaatkan potensi air terjun tersebut.

Setiap rumah yang dialiri air bersih ini kita kenakan biaya Rp 2000 perbulannya, itupun untuk mengganti pipa yang pecah, sementara 10 persen warga yang tidak menggunakan air bersih ini dikarenakan tinggalnya di wilayah tepian sungai air terjun Riam Merasap.

Objek Wisata Riam Merasap ini sangat menarik untuk dinikmati. Jika ada yang berminat ke lokasi air terjun Riam Merasap, harus rela menempuh perjalanan 82 KM dengan menggunakan kendaraan dan harus rela berjalan kaki selama 2 KM untuk tiba di lokasi air terjun.

Sementara selama perjalanan dari Kota Sambas melintasi jalan aspal hingga Kecamatan Galing, setelah itu melintasi jalan negara yang masih dalam proses pengerjaan (pengerasan).

Dijelaskan Randa, untuk masuk dan menikmati keindahan air terjun Riam Merasap tidak dipungut bayaran, karena lokasi air terjun yang masih alami ini belum dikelola penuh oleh Pemerintah Kabupaten Sambas. Tetapi, wisatawan harus membawa perbekalan makan dan minum selama menikmati air terjun. “Karena di lokasi air terjun ini tidak ada warga atau masyarakat setempat yang berjualan,“ papar Randa.

Selain memiliki potensi air terjun Riam Merasap, Kecamatan Sajingan juga memiliki objek wisata Air Terjun Riam Naik Kubik dengan ketinggian 8 m, Jarak tempuh dari Kecamatan sajingan 15 km, Air Terjun Riam Pencarek ketinggian 80 m dengan jarak tempuh 17 km dan Air Terjun Riam Cagat berketinggian 100 M dengan jarak tempuh 9 km dengan berjalan kaki menyisir hutan yang masih alami. Selain air terjun, Kecamatan Sajingan juga memiliki Goa Alam Santok. Terang Randa. (*)

Baca Selengkapnya ....

Wisata Pantai Selimpai Sambas

Posted by Unknown 0 komentar

Pantai Selimpai
Adalah salah satu tujuan wisata terletak di desa Sebubus Kec. Paloh. Lebih kurang 7 km dari ibukota kecamatan, merupakan pantai yang indah dan menarik yang mempunyai pasir putih, kita juga dapat menikmati melihat matahari terbenam.



Selimpai Beach is one of the tourism destinations which lies on Sebubus village, Paloh district at least 7 km away from the capital district. It is a beautiful and interesting beach which has white Sand we can see the sunset in the afternoon in this area.

Baca Selengkapnya ....

Wisata Pantai Tanjung Batu Sambas

Posted by Unknown 0 komentar
Adalah salah satu tujuan wisata di kec Pemangkat ± 47 km dari jantung ibukota kab. Sambas. Tempat yang indah nan sangat menarik untuk memancing, kita juga dapat menikmati matahari terbenam di waktu sore, di daerah ini tersedia Hotel, Restoran, café dll.
Batu Cape Beach is one of tourism destination in pemangkat district at least 47 km from the heart of Sambas Regency’s beautiful and very exciting for fishing , also enjoy the sunset in the afternoon in this area it is a cape which covered of 7,5 hectares, locations Pemangkat city ± 47 km from Sambas Regency.

Baca Selengkapnya ....

Wisata Pantai Sinam Sambas

Posted by Unknown 0 komentar
Salah satu tujuan wisata yang terletak dipinggir kota Pemangkat ± 47 km ibukota Kab. Sambas, ada café, restoran. Kita dapat menikmati matahari terbenam serta dapat dicapai dengan banyak jenis kendaraan.

Sinam Beach is one of tourism destination which lies on the surburb of Pemangkat city at least 47 km from of Sambas Regency’s they are available accommodations here such as cafeteria restaurant and hotel, we can enjoy the sunset in this place reached by any kind of vehicles.

Baca Selengkapnya ....
Tutorial SEO dan Blog support Online Shop Tas Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Wisata Borneo.