Festival Danau Sebedang 2012

Posted by Unknown 04 November 2012 0 komentar
Festival Danau Sebedang di Kabupaten Sambas (Kalimantan Barat) akan segera dihelat pada 28-31 Oktober 2012 mendatang yang akan diisi dengan beberapa kegiatan seni, budaya, dan olahraga, bertempat di Objek Wisata Danau Sebedang.

Dalam rangka mempromosikan objek wisata, Disporabudpar (Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata) Kabupaten Sambas dan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Kecamatan Sebawi menggelar event yang baru pertama kali diselenggarakan ini.

danau sebedang
Beberapa rangkaian kegiatan mulai dari Lomba Sampan, Festival Tari Jepin, Festival Tari Nasional, Festival Tari Kreasi, Parade Musik, dan Festival Lagu Daerah Sambas, serta akan diadakan penyuluhan HIV/AIDS. 

Festival Danau Sebedang rencana akan dibuka secara resmi oleh dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH selaku Bupati Sambas, dan dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata ke Kabupaten Sambas.

"Selama ini yang kita tahu, masyarakat Kalimantan Barat pada umumnya cendrung memilih melancong di kawasan pesisir pantai. Dengan adanya kegiatan ini, kita berharap wisatwan tidak hanya berlibur di pantai tetapi juga di wisata Danau atau Lainnya," tandas Albert, seorang warga Sebawi, saat dihubungi via Telephone, Sabtu (20/10/2012) pagi.

Danau Sebedang pada zaman kesultanan Sambas merupakan tempat refreshing para Sultan beserta kerabatnya. Danau buatan hasil peninggalan penambang emas oleh bangsa Tiongkok yang memiliki lebar 1 kilometer persegi. Pegunungan dengan ketinggian ± 400 m dpl menambah keeksotisannya. Dengan jarak tempuh dari ibukota kabupaten ± 12 km, dan merupakan salah satu tempat tujuan wisata di Kabupaten Sambas. (SB)

Sumber : Sambas Borneo

Baca Selengkapnya ....

Tanjung Batu "Surga Wisata Di Tanah Sengketa

Posted by Unknown 0 komentar
Sebuah Objek Wisata bak Kembang Sataman berada di ujung negeri, tepatnya di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas (Kalimantan Barat). Sebuah tanah sengketa yang menjadi persoalan perbatasan negara antara Indonesia dan Malaysia.
Ini memang selalu menjadi isu hangat antara kedua negara, beberapa bulan lalu muncul isu pergeseran patok batas wilayah Indonesia atas Tanjung Datu' seluas 8.000 meter persegi dan Camar Bulan seluas 1.449 meter persegi oleh Malaysia, bermula dari pernyataan anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin.

Tanjung Datu' memiliki pantai pasir putih murni yang indah dengan sebuah taman yang tertata rapi, perbukitan menambah suasana alam yang indah, air yang masih jernih dan bening, terumbu karang masih terjaga, ubur-ubur dan ombak yang sangat dahsyat dan sangat cocok untuk berselancar. Ini sebuah objek wisata yang tiada duanya di Kalimantan Barat.

Namun kendalanya adalah Objek Wisata Tanjung Datu' masuk wilayah "Outstanding Boundary Problem", selain itu Tanjung Datu' sangat terpencil yang terletak paling utara Kalimantan Barat, dan Objek Wisata Tanjung Datu' dikelola dan diberdayakan oleh Pemerintah Malaysia.

Keanekaragaman flora dan fauna masih lestari, terdiri ratusan spesies burung, salah satunya burung merak. Dan hewan primata masih banyak dijumpai seperti Kera, Lutung, Orang Utan, Gibbons, Kancil, dan berbagai jenis tupai kita jumpai di kawasan ini.

Dan lebih menarik lagi, katak langka juga bisa di temukan di kawasan sengketa ini yakni Katak Sungai Sambas. Ubur-ubur dan Penyu menambah keendemikannya di Kalimantan Barat, karena satu-satunya wilayah yang mempunyai penyu. Pantai Tanjung Datu' sejak dahulu menjadi rumahnya para kura-kura, penyu, lumba-lumba, paus, dan beberapa spesies yang tidak dikenal juga telah dilaporkan di kawasan sengketa ini.
Objek Wisata Tanjung Datu' berhadapan langsung dengan Laut Natuna dan Laut Cina Selatan, sehingga membuat ombak sangat cocok untuk snorkeling, scuba diving, dan aktivitas penyelaman. 
Terumbu karang Tanjung Datu' juga merupakan rumah bagi sejumlah hewan berbisa diantaranya adalah Ular Laut, Ular Coral, dan Kerang Cone.
"Kami sangat berharap Pemprov. Kalimantan Barat bisa mengelola objek wisata yang tidak kalah saing dengan Pantai Kuta Bali, dan Beberapa bulan lalu orang Bali berkunjung kesini dan menyimpulkan bahwa Pantai Tanjung Datu' dan Temajuk jauh lebih indah dibandingkan Pantai Kuta Bali. Hingga saat ini sebagian wilayah Tanjung Datu' sudah dikelola oleh Pemerintah Malaysia, Pemerintah Indonesia kapan mau berbenah?," ujar Marwan, salah satu warga Desa Temajuk, Minggu (28/10/2012) sore, saat ditemui di Sambas.
Sumber : Sambas Borneo 

Baca Selengkapnya ....

Berburu Surga di Ekor Borneo

Posted by Unknown 0 komentar
Camar Bulan…Temajuk….Paloh…Tanjung Datok…Tapal Batas…..
Desa Temajuk, Surga wisata yang terpendam
Mungkin akhir-akhir ini kita sering mendengar nama beberapa tempat tersebut. Yah, nama-nama tersebut sangat akrab ditelinga kita dan kembali menumbuhkan jiwa nasionalisme kita, ketika pemberitaan di media tentang polemik tapal batas di daerah tersebut. Namun, saya mengesampingkan polemik tersebut, dan saya ingin berbagi cerita tentang sebuah “surga” yang terpendam, sebuah potensi wisata yang terletak di ekor pulau Kalimantan, sebuah surga bagi penikmat keindahan alam, dan surga bagi pemburu moment.
Desa ini secara administatif berada di kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Memiliki garis pantai yang sangat panjang (sekitar +/- 60km) terhampar luas membentang sepanjang pesisir menuju desa Temajuk. Untuk mencapai desa ini tidaklah mudah. Dari Kota Singkawang (tempat saya tinggal), membutuhkan waktu tempuh sekitar 6 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor, dengan jarak tempuh sekitar 200 km. Dari Kota Singkawang menuju ke arah Sambas, kemudian ambil jalur yang menuju Kartiasa. Kondisi jalan aspal dan perjalanan masih mudah ditempuh. Setiba nya di Kartiasa, kita menyeberang sungai menggunakan ferry penyeberangan (KMP.Semah) dengan tujuan Teluk Kalong, dengan tarif Rp.5000,- per motor.  Setiba nya di seberang, kita lanjutkan perjalanan menuju arah Paloh. Kondisi jalan masih bagus dan beraspal, hingga desa Liku. Mulai dari Desa Liku, kondisi jalan agak sedikit rusak (medan jalan aspal berlubang) hingga desa Setingga. Selepas desa Setingga, kemudian melewati desa Merbau, dan sampai di Sungai Sumpit. Sekali lagi kita harus menyeberang sungai dengan menggunakan perahu bangkong  bermesin 2PK, dengan tariff Rp.10.000,- per motor menuju desa Ciremai.

Teluk Kalong Camar Bulan
Dari desa Ciremai, perjalanan sudah tidak jauh lagi, jarak tempuh masih sekitar 50 km. Namun, dari sini lah perjalanan berat itu dimulai. Kondisi jalan aspal yang rusak hingga simpang sungai belacan. Dari Sungai Belacan, jalan mulai agak sedikit baik, sudah mulai ada perkerasan jalan tanah selebar 6 meter sepanjang +/-25 km. Nah, akhir dari jalan tanah kuning ini lah kita akan bertemu dengan jalur ‘neraka’. Jarak menuju Desa Temajuk sudah dekat, hanya tinggal sekitar 10 km lagi. Tapi 10 kilometer ini harus ditempuh dengan perjuangan yang lumayan berat, yaitu medan berpasir gembur, yang bisa membuat kita terjatuh jika kita tidak siap & extra berhati-hati dalam berkendara. Sebenarnya, jika kita sudah mengetahui kondisi medan, kita bisa menggunakan jalur alternative menggunakan jalur pantai, yaitu berkendara di pinggir pantai. Jalur pantai ini bisa kita tempuh dari Tanjung Bendera, ada sebuah jalan semen ke arah pantai, sebelum akhir dari jalan tanah. Dan untuk melewati pinggir pantai ini pun, kita harus mengetahui pasang surut nya pantai, dan bisa kita tanyakan kepada penduduk yang kita jumpai di jalan, jika air laut sedang surut, kita bisa melewati nya, namun jika air pasang, jangan coba-coba lewat jalur pantai jika anda tidak ingin terjebak.
Welcome Temajuk….Selamat Datang di Temajuk…..
Akhir dari perjalanan, akhir dari keletihan, akhir dari keputus-asa-an, akhirnya terbayar ketika tiba di dusun Camar Bulan,  Desa Temajuk. Warga yang ramah, menyambut hangat dengan senyuman, dan tentunya panorama yang indah yang siap memanjakan. Untuk penginapan kita bisa menggunakan sebuah villa, Pondok Wisata Teluk Atong Bahari, yang di kelola oleh Pak Atong, salah satu penggiat wisata di desat Temajuk. Cukup dengan bertanya kepada penduduk, maka anda dengan sendiri nya akan dipandu menuju lokasi ini, karena jalan menuju lokasi ini sangat mudah di tempuh. Bagaimana dengan makan…??? Anda tidak perlu khawatir, karena ada beberapa warung makan yang menyediakan menu khas pantai dengan harga yang sangat terjangkau.
Untuk komunikasi, anda tidak perlu khawatir, karena sudah ada menara operator selular dari Telkomsel di desa ini. Untuk listrik, anda juga tidak perlu khawatir, karena hampir setiap rumah punya mesin genset untuk pembangkit listrik disini (listrik dari Negara belum masuk ke desa ini). Untuk berkeliling desa ini, anda bisa menggunakan jasa Pak Atong, dan beliau siap mengantar anda ke setiap sudut tempat wisata yang ada di desa Temajuk.
Kondisi pantai yang masih alami, dengan pantai pasang surut yang exotic,pasir putih yang terhampar luas, gugusan bebatuan granit yang indah, dan bebatuan granit berpadu batuan karang yang exotic, terhampar hingga Tanjung Datuk,  memanjakan setiap mata yang berkunjung kesana. Anda juga bisa menikmati pemandangan bawah laut dengan menggunakan snorkel  di Teluk Atong. Gugusan bebatuan granit dari yang kecil hingga yang sangat besar bisa anda jumpai di lokasi Batu Pipih, tidak jauh dari penginapan Teluk Atong. Anda juga bisa menikmati suasana indah nya matahari terbenam di dermaga panjang yang ada di dusun Camar Bulan.
Khusus bagi saya, ini adalah sebuah surga. Surga yang indah untuk di abadikan dalam sebuah gambar, surga yang exotic untuk di gali keindahan setiap sudut panoramanya. Surga yang akan menjadi agenda wajib dalam daftar kunjungan. Sebuah surga yang menawarkan keindahan alami, walau harus menempuh jalur ‘neraka’ untuk menemukannya. Semoga desa ini bisa menjadi salah satu destinasi wisata pantai, yang tentunya harus di tunjang dengan infrastruktur & akses jalan yang layak, dimana anda & keluarga bisa dengan mudah berlibur di pantai Temajuk. Akhir kata, datanglah ke Temajuk & nikmati panorama keindahan pantai Temajuk.
Salam Jepret…..

Sumber : Di Sini

Baca Selengkapnya ....

Melihat Model Rumah Di Tepian Kapuas

Posted by Unknown 0 komentar
Rumah Tepian Sungai Kapuas
Melayu di Kalimantan Barat identik dengan Islam, rumah-rumah suku Melayu yang ada di sepanjang sungai Kapuas menunjukan ciri khas keIslaman yang sangat kuat tradisi arsitektur bergaya tradisional Melayu, Eropa dan Arab mewarnai aksesoris yang melekat di dalamnya seperti kesultanan Pontianak. Istana Kadriah merupakan sebuah bangunan yang mencirikan reprentasi dari gaya tersebut, berkolaborasi ciri Dayak,Melayu,Bugis dan Cina dan mengambarkan multicultural masyarakat sebagai sebuah symbol peradaban yang sangat menghargai sesamanya.

Tradisi arsitektur Melayu yang masih tertinggal kini sudah banyak yang tergerusi oleh perubahan jaman dan sebagian ada yang sudah dirubah bentuk dari aslinya, sehingga eksestensi nilai yang melekat otomatis berubah, symbol yang melekat tidak lagi mengambarkan keunikan yang dipesankan oleh leluhur terdahulu, bahwa walaupun berbeda akan tetapi tetap bersatu saling menghargai satu sama lainnya, membentuk kompigurasi aneka warna yang penuh keindahan. Keseimbangan diantara satu sama lainnya yang akan melahirkan kebersamaan dalam menata kehidupan menjadi pesanan yang tidak boleh dilupakan oleh kita pada jaman modern ini.

Rumah mengambarkan sebuah symbol keberadaban dan menjadi kebanggaan bagi pemiliknya, prestise yang melekat menentukan stratifikasi kedudukan penghuninya, kepercayaan diri semakin tinggi manakalah rumah tersebut dibuat dari hasil proses yang benar, seperti yang dilakukan oleh sebagian masyarakat dengan ritual rumah baru dengan jiwa baru dan semangat baru untuk membangun jati diri identitas suatu suku yang diwakilinya. Rumah yang bergaya tradisional pada umumnya merupakan warisan budaya dan sejarah masa lalu yang di miliki oleh sebagian orang Melayu di sepanjang sungai kapuas dan pemilik umumnya mempunyai kedudukan dan pengaruh yang kuat ditengah-tengah kehidupan masyarakat yang ada, sehingga ia menjadi masyarakat yang dibanggakan oleh warganya dan juga bisa menjadi tempat musyawarah menyelesaikan pelbagai permasalah atau problem masyarakat pada umumnya.

Arus globalisasi yang masuk di dalam setiap sendi kehidupan masyarakat, secara tidak sadar melahirkan pemikiran modern terpengaruh oleh perubahan jaman, secara prontal merombak tatanan, tata ruang di dalam arsitektur itu sendiri dan terkesan tanpa meninggalkan pesan moral di dalamnya, jika tidak secepatnya diantisipasi maka secara perlahan-lahan ia akan terkikis oleh perubahan waktu, tanpa meningalkan pesan bagi generasi yang akan datang. Arsitektur Melayu yang masih ada jika di renovasi akan menjadi nilai jual yang bernilai tinggi karena ia tidak jauh dari tempat-tempat yang bersejarah dan bisa menjadi sebuah perkampungan budaya yang membangun kehidupan ekonomi kreatif masyarakat di sekitarnya, sehingga dengan budaya mereka bisa merubah kehidupan yang lebih baik lagi.

Upaya yang harus di lakukan oleh para cerdik pandai adalah dengan merevitalisasi yang masih ada, hal ini sangat perlu untuk tetap dilestarikan mengingat peninggalan ini adalah bagian warisan budaya yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Perlunya diadakan penelitian mengingat hanya tinggal beberapa buah yang bisa ditempati oleh pemiliknya. [2]Berbagai lokasi yang dilihat disepanjang sungai kapuas sekitar 10 rumah Melayu di kampung Tambalan Sampit, 10 rumah di kampung Kamboja dan 2 rumah di kampung Melayu dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Sumber :
M.Natsir,S.Sos.M.Si Pembantu pimpinan pada Balai Pelestarian Budaya Dan Nilai Tradisional Pontianak
Nunik Hasriyanti, Revitalisasi arsitektur Islam pada rumah Melayu di tepian sungai Kapuas

Baca Selengkapnya ....
Tutorial SEO dan Blog support Online Shop Tas Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Wisata Borneo.