Tari Dara Juanti Tarinya Kerajaan Sintang

Posted by Unknown 17 April 2009 0 komentar
Tari " Dara Juanti"
Tarian ini merupakan sebuah tari kolosal yang diangkat dari sejarah kerajaan sintang, yang menceritakan seorang putri raja yang di pingit ketika memasuki usia remaja. Putri Dara Juanti adalah sosok putri yang cantik jelita yang lembut tutur katanya dan santun budi pekertinya, sehingga membuat dayang-dayang saling berebutan untuk ikut menghibur putri ketika berada dalam pingitan. Namun sebelum masa pingitan selesai di jalani, sang putri harus keluar di karenakan sang ayah meninggal dunia, sedangkan sang kakak sudah pergi merantau ke tanah jawa sehingga tampuk pemerintahan di kerajaan Sintang di jalani oleh Putri Dara Juanti.
Penampilan perdana di Keraton Yogyakarta, pada Festival Keraton Nusantara IV tahun 2002.
Penata Tari : Lobbo, Musik : Nova/Free, Busana : Anna Mishari, Tata Rias : Lisnawati

Baca Selengkapnya ....

Pulau Sawi

Posted by Unknown 23 Maret 2009 0 komentar
Pulau Sawi dengan kejernihan air laut, keindahan terumbu karang dan pantai pasir putihnya.

Pantai Pulau Sawi berada dalam wilayah Desa Sungai Tengar Kecamatan Kendawangan, 80 km dari Kota Ketapang. Aksesibilitas dari Kota Ketapang ke obyek ini cukup lancar yaitu dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat serta bus. Dari Sungai Tengar perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan air / motor klotok milik nelayan menelusuri pantai Sungai Tengar. Kurang lebih 1 jam perjalanan, tibalah di Pulau Sawi.

Perjalanan di Pulau Sawi sungguh sangat mengasyikan. Selain panorama alam yang indah, kita pun dapat melakukan berbagai aktifitas seperti memancing, snorkel, penelitian hutan mangrove, mencari kerang mutiara, camping, menikmati sinar matahari pagi dan petang.

Baca Selengkapnya ....

Danau Perantu

Posted by Unknown 22 Maret 2009 0 komentar
Pada zaman dahulu -+ 150 tahun yang lalu kampung Nanga Embaloh didiami oleh suku dayak tamambaloh tempatnya disebut keleka' Alah, mata pencaharian mereka bertani atau ladang berpindah. masyarakat yang mendiami Keleka'Alah tersebut apabila ada yang meninggal dunia dikuburkan pada suatu tempat dengan sebutan Ujung Perantu tepatnya disebelah selatan Kampung Kelaka'Alah. Dibelakang ujung perantu tersebut terdapat sebuah danau yang dinamakan danau perantu. Kata perantu adalah bahasa tamambaloh yang berarti kubur. Ditengah desa Nanga Embaloh terdapat sebuah sungai yang diberi nama Piang Djangau, kata piang berarti nenek, dibagian timur perkampungan terdapat lagi sungai yang bernama Piang Banang (Nenek Banang), di sebelah utara pekampuangan ada dua buah sungai atau kiri mudik Sungai Kapuas yaitu Sungai Embaloh dan Sungai Pilin yang sampai sekarang masih ada dan didiami Suku Tamambaloh dan TamanPalin.
Penduduk nanga embaloh yang ada sekarang sebetulnya juga berasal dari suku Tamambaloh, seperti lazimnya kelompok Suku Dayak yang telah memeluk Agama Islam selalu menamakan diri mereka Suku Melayu, bukan Suku Melayu dari Riau atau Sumatera Timur, tetapi suku Melayu yang berasal dari Suku Dayak yang memeluk Agama Islam oleh sebab itu adat istiadat antara suku melayu di Nanga Embaloh ada persamaan dengan adat istiadat Suku Tamambaloh. Kata Kelaka' artinya tempat yang ditinggalkan sedangkan Alah artinya kalah. Kekela'Alah merupakan tempat tinggal yang sudah kalah, karena pada masa itu selalu terjadi perang antar suku atau sekelompok musuh baik dalam maupun dari luar, kaerna merasa ketentraman terganggu mereka memilih pindah, ada yang ke Embaloh Hulu sekarang, ada yang ke Sungai Palin sekarang dan bahkan ada yang ke Hulu Sungau Kapuas (sekitar Putussibau sekarang). Semua harta benda ada yang dibawa dan ada juga yang ditinggalkan disimpan pada sebuah danau kecil atau Kerinan yang disebut Kerinan Guci yaitu untuk menyimpan tempayan dan harta berharga lainnya, harta tersebut telah menjadi harta karun tak dapat dilihat dengan kasat mata, konon katanya kecuali ada rahmat dari Yang Maha Kuasa barulah harta tersebut dapat dilihat atau diambil.
Kemudian setelah kelompok masyarakat ini pindah, lalu muncul dua orang tokoh masyarakat, yang seorang bernama Yusuf kemudian bergelar Kiai Mas Suradilaga. Kiai Mas Jaya Laksana mempunyai anak sembilan orang dan disebut kemudian hari sebagai turunan sembilansedangkan Kiai Mas Suradilaga hanya mempunyai seorang anak bernama Jemali. Keturunan kedua orang tersebut sampai sekarang secara turun temurun masih mendiami Nanga Embaloh.
Danau Perantu ini berjarak 1 km dari Nanga Embaloh, dari Putussibau 1 jam menggunakan speed boat 40 HP.

Baca Selengkapnya ....

Taman Cidayu Singkawang

Posted by Unknown 0 komentar


Terletak di sebelah Taman Rekreasi Bukit Bougenville, fasilitas yang disediakan pengelola selain taman - taman bunga yang beraneka ragam juga terdapat penginapan dan kantin.
Masyarakat mengartikan nama taman ini diambil dari tiga suku terbesar di kota Singkawang yaitu China, Dayak dan Melayu.
Dengan melihat potensi yang ada memberikan peluang bagi investor untuk berinvestasi mengembangkan sarana objek wisata ini.
Selamat berkunjung di Taman Chidayu.

Baca Selengkapnya ....
Tutorial SEO dan Blog support Online Shop Tas Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Wisata Borneo.