Wisata Budaya Sampek Alat Musik Khas Dayak

Posted by Unknown 10 November 2012 0 komentar

Sampek Alat Musik Khas Dayak
Suku Dayak Kayaan memiliki seni musik yang unik. Suku ini memiliki alat musik yang dinamakan sampek atau masyarakat Kayaan menyebutnya sape’ kayaan. Sape’ adalah musik petik. Alat musik sape’ yang dimiliki oleh Dayak Kayaan bentuknya berbadan lebar, bertangkai kecil, panjangnya sekitar satu meter, memiliki dua senar/tali dari bahan plastik. Sape jenis ini memiliki empat tangga nada.
Cara pembuatan sape’ sesungguhnya cukup rumit. Kayu yang digunakan juga harus dipilih. Selain kayu Pelaik (kayu gabus) atau jenis kayu lempung lainnya, juga bisa kayu keras seperti nangka, belian dan kayu keras lainnya. Semakin keras dan banyak urat daging kayunya, maka suara yang dihasilkannya lebih bagus. Bagian permukaannya diratakan, sementara bagian belakang di lobang secara memanjang, namun tidak tembus kepermukaan. Untuk mencari suara yang bagus maka tingkat tebal tipisnya tepi dan permukannya harus sama, agar suara bisa bergetar merata, sehingga mengehasilkan suara yang cekup lama dan nyaring ketika dipetik.
Cara memainkannya, berbeda dengan cara memainkan melodi gitar, karena jari-jari tangan hanya pada satu senar yang sama bergeser ke atas dan bawah. Biasanya para pemusik ketika memainkan sebuah lagu, hanya dengan perasaan saja.
Sape’ Kayaan sangat populer karena irama dan bunyi yang dilantunkannya dapat membawa pendengar serasa di awang-awang. Alat musik sape’ ini biasa dimainkan ketika acara pesta rakyat atau gawai padai (ritual syukuran atas hasil panen padi).Musik ini dimainkan oleh minimal satu orang. Bisa juga dua atau tiga orang. Jenis lagu musik sape’ ini bermacam-macam, biasanya sesuai dengan jenis tariannya. Misalnya musik Datun Julut, maka tariannya juga Datun Julut dan sebagainya.
Bermusik itu bermain mengolah rasa. Petikan dawai menghadirkan dentingan yang memecah kesunyian. Orang Dayak punya rasa bermusik yang tinggi. Musik tradisional tiga dawai telah mengolah rasa.
Tak jauh dari tangga Betang. Seorang pria separuh baya memegang sebuah alat musik tradisional khas masyarakat Dayak: sape atau sampe. Pakaian khas Dayak menghiasi tubuhnya. Ia kemudian memainkan gitar tali tiga yang digenggamnya.
“Kita bermain dengan rasa. Karena sape tidak sama dengan gitar kebanyakan. Tidak ada tangga nadanya. Tidak semua orang bisa memainkan alat musik ini,” kata Stepanus, pemain sape yang berasal dari Kabupaten Malino, Provinsi Kalimantan Timur.
Sujarni Alloy, peneliti Institut Dayakologi mengungkapkan, sape adalah sebuah mitologi dalam masyarakat Dayak. Keberagaman suku bangsa, semakin menambah ciri khas seni dan budaya bermusik. Ia menyebut Dayak Kayaan dan Kenyah yang memiliki kekhasan bermusik dengan tiga dawai itu.
Dayak Kayaan yang mendiami Kalimantan, baik di Sungai Mendalam, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Sungai Mahakam, Sungai Kayaan dan sekitarnya di Kalimantan Timur dan Sungai Baram, Telaang Usaan, Tubau dan sekitarnya Serawak-Malaysia, memiliki seni musik yang unik.
Suku ini cukup besar. Dalam groupnya ada berbagai subKayaan, antara lain Punan, Kenyah dan Kayaan sendiri. Suku ini memiliki alat musik yang dinamakan sampek (orang Kayaan menyebutnya Sape’). Sape’ adalah musik petik yang tidak asing lagi di mata para pelagiat seni baik di Indonesia maupun Sarawak-Malaysia.
Musik sape’ yang dimiliki oleh Dayak Kayaan terdiri atas dua jenis. Pertama, berbadan lebar, bertangkai kecil, panjangnya sekitar satu meter, memiliki dua senar/tali dari bahan plastik. Sape jenis ini memiliki empat tangga nada. “Orang kerap menyebutnya sebagai sape Kayaan, karena ditemui oleh orang Kayaan,” kata Alloy.
Sementara satunya berbadan kecil memanjang. Pada bagian ujungnya berbentuk kecil dengan panjangnya sekitar 1,5 meter. Orang menyebutnya dengan sape’ Kenyah, karena ditemui oleh orang Kenyah. Sape’ ini memiliki tangga nada 11-12. Talinya dari senar gitar atau dawai yang halus lainnya, tiga sampai lima untai.
Dari kedua jenis sape ini, yang paling populer adalah Sape’ Kenyah. Karena irama dan bunyi yang dilantunkannya dapat membawa pendengar serasa di awang-awang. Tidak heran pada zaman dulu, ketika malam tiba, anak muda memainkannya dengan perlahan-lahan baik di jalan maupun sepanjang pelataran rumah panjang, sehingga pemilik rumah tertidur pulas karena menikmatinya.
Dengan kekhasan suaranya, konon menurut mitologi Dayak Kayaan, Sape’ Kenyah, diciptakan oleh seorang yang terdampar di karangan (pulau kecil di tengah sungai) karena sampannya karam di terjang riam. Ketika orang tersebut yang sampai hari ini belum diketahui siapa sebenarnya, bersama rekan-rekannya menyusuri sungai, diperkirakan di Kaltim.
Karena mereka tidak mampu menyelamatkan sampan dari riam, akibatnya mereka karam. Dari sekian banyak orang tersebut, satu di antaranya hidup dan menyelamatkan diri kekarangan. Sementara yang lainnya meninggal karena tengelam dan dibawa arus.
Ketika tertidur, antara sadar dan tidak, dia mendengar suara alunan musik petik yang begitu indah dari dasar sungai. Semakin lama dia mendengar suara tersebut, semakin dekat pula rasanya jarak sumber suara musik yang membuatnya penasaran.
Sepertinya dia mendapat ilham dari leluhur nenek moyangnya. Sekembali ke rumah, dia mencoba membuat alat musik tersebut dan memainkannya sesuai dengan lirik lagu apa yang didengarnya ketika di karangan. Mulai saat itulah Sape’ Kenyah mulai dimainkan dan menjadi musik tradisi pada suku Dayak Kenyah, hingga ke group Kayaan lainnya. Kini Sape” Kenyah itu bukanlah alat musik yang asing lagi.
Ketika acara pesta rakyat atau gawai padai (ritual syukuran atas hasil panen padi) pada suku ini, sape kerap dimainkan. Para pengunjung disuguhkan dengan tarian yang lemah gemulai. Aksessoris bulu-bulu burung enggang dan ruai di kepala dan tangan serta manik-manik indah besar dan kecil pada pakaian adat dan kalung di leher yang diiringi dengan musik sape’.
Musik ini dimainkan oleh minimal satu orang. Bisa juga dua atau tiga orang, sehingga suaranya lebih indah. Jenis lagu musik sape’ ini bermacam-macam, biasanya sesuai dengan jenis tariannya. Misalnya musik Datun Julut, maka tariannya juga Datun Julut dan sebagainya.
Ada beberapa jenis lagu musik sape’, di antaranya: Apo Lagaan, Isaak Pako’ Uma’ Jalaan, Uma’ Timai, Tubun Situn, Tinggaang Lawat dan Tinggaang Mate. Nama-nama lagu tersebut semua dalam bahasa Kayaan dan Kenyah.
Cara pembuatan sape’ sesungguhnya cukup rumit. Kayu yang digunakan juga harus dipilih. Selain kayu Pelaik (kayu gabus) atau jenis kayu lempung lainnya, juga bisa kayu keras seperti nangka, belian dan kayu keras lainnya.
Semakin keras dan banyak urat daging kayunya, maka suara yang dihasilkannya lebih bagus ketimbang kayu lempung. Bagian permukaannya diratakan, sementara bagian belakang di lobang secara memanjang, namun tidak tembus kepermukaan.
Untuk mencari suara yang bagus maka tingkat tebal tipisnya tepi dan permukannya harus sama, agar suara bisa bergetar merata, sehingga mengehasilkan suara yang cekup lama dan nyaring ketika dipetik.
Menurut V. Aem Jo Lirung Anya, seorang pemusik sape asal Dayak Kayaan Sungai Mendalam, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, tidak jarang pembuat sape’ selalu salah untuk menentukan mutu dari suaranya.
Sedangkan cara memainkannya, jelas berbeda dengan cara memainkan melodi gitar, karena jari-jari tangan hanya pada satu senar yang sama bergeser ke atas dan bawah. Para pemusik ketika memeinkan sebuah lagu, hanya dengan perasaan atau viling saja.
Untuk sementara ini belum ada panduan khusus yang menulis tentang notasi lagu musiknya. Rekaman Musik sape’ ini bisa di dapat seperti Sarawak, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, dalam bentuk kaset tape recorder maupun Compact Disk.
Saat ini sape’ tidak saja bisa dimainkan sendiri bersaman dengan musik tradisi lainnya, tapi juga dapat dikolaborasikan dengan musik modern seperti organ, gitar bahkan drum sebagai pengganti beduk. Saat ini sape’ dapat dibeli di toko kerajinan, hanya saja kebanyakan dari sape’ tersebut sudah tidak lagi asli dan bermutu, bahkan tidak lebih dari fungsi pajangan belaka.
Dan, dawai sape tetap berdenting. Zaman telah mengadopsinya menjadi inspirasi bagi pemusik modern. (*)

Baca Selengkapnya ....

Wisata Budaya Menikmati Suguhan Tarian Jepin

Posted by Unknown 0 komentar

http://www.wisatabhorneo.blogspot.com
Tarian Jepin
Sungguh elok wisata budaya di kabupaten Sambas. Salah satunya adalah menikmati sajian tarian adat melayu sambas. Salah satu tarian adat melayu Sambas adalah tarian jepin. Tari jepin merupakan tarian khas melayu sambas yang sudah lama di gunakan sebagai hiburan dan juga sebagai tarian untuk menyambut tamu-tamu kerajaan, Tari jepin di mainkan oleh 2 orang  laki-laki, penari jepin biasanya memakai busana khusus yang terdiri dari 3 unsur, yaitu baju teluk belanga yang terbuat dari kain satin, atau kain yang mengkilat, kain tenun sambas yang di pakai hingga lutut, dan kopiah yang berwarna hitam. Tari jepin diiringi oleh musik yang terdiri dari 3 alat musik, yaitu sebuah Gambus, dua buah ketipung dan sebuah gendang panjang dengan berbagai lantunan syair.

Baca Selengkapnya ....

Tempuh 3.657 KM Untuk Menguji Terios Mobil Sahabat Petualang Demi Secangkir Kopi

Posted by Unknown 09 November 2012 0 komentar
Perjalanan Jakarta - Liwa Sumber : http://daihatsu.co.id
Ini bukan sekedar uji ketahanan Terios Mobil Sahabat Petualang dalam menempuh perjalanan jauh dan medan yang bervariasi. Perjalanan menempuh 3.657 KM sepanjang pulau Sumatera ini juga untuk menikmati segelas kopi yang ditanam dari Surga Indonesia, dan blog ini menyebutnya dengan coffee paradise. Serta memperkenalkan keindahan pulau Sumatera hingga ke ujung titik nol Sabang. Tujuh spot kopi menjadi destinasi sahabat petualang di pulau Sumatera.
Pertualangan dimulai pada tanggal 10 Oktober 2012. Sahabatpetualang terdiri dari 10 orang, akan menjajal keindahan alam pulau Sumatera, sambil menikmati secangkir kopi. Membersamai Sahabat petualang, dua unit Daihatsu Terios Mobil Sahabat Petualang TX-AT dan satu unit Terios MobilSahabat Petualang MT disiapkan untuk menemani dan mengantar sahabat petualang menjelajahi pulau Sumatera. Pertualangan ini digenapkan melalui sebuah tema Jejak Petualang Terios Mobil Sahabat Petualang Wonder.
Sahabat petualang dengan Terios Mobil Sahabat Petualang menjelajahi pulau Sumatera, dimulai perjalanan dari Jakarta ke Bakaheni Lampung. Udara dingin Jakarta pukul 23.00 seolah menjadi tantangan awal bagi Sahabat petualang dalam menjajal kemampuan Terios Mobil Sahabat Petualang menjelajahi pulau Sumatera. Perjalanan di hari kedua hingga disambut hawa dingin di Danau Ranau, 25 KM perjalanan dari Kota Liwa, Lampung Barat. Sahabat petualang melepas lelah di Danau Ranau, setelah menempuh perjalanan 300 KM.
Malam berganti pagi. Kopi Liwa menjadi teman menyambut pagi, beserta kudapan menambah hangat suasana Sahabat petualang di Danau Ranau. Aroma Kopi Luwak membawa sahabat petualang untuk mengeksplorasi penangkaran Luwak dan perkebunan Kopi, tidak terlalu jauh dari Danau Ranau.
Sampai pula di kota Lahat, sebuah destinasi kota yang terkenal dengan sejarahnya bersama penjajahan Belanda. Kota Lahat itu pun menjadi tujuan dari aktivitas meninggalkan jejak roda Terios Mobil Sahabat Petualang di pulau Sumatera. Sahabat petualang pun dikunjungi oleh Walikota Lahat, H Saifudin Aswari Riva'i SE. Rupanya Pak Saifudin pun kendaraan dinasnya adalah sebuah Terios Mobil Sahabat Petualang juga.
Sahabat Blog, pernah mencicipi aroma kopi Luwa? Sahabat petualang kembali menceritakan bagaimana nikmatnya aroma kopi Liwa ini. Untuk menikmati segelas kopi Luwa ini, sebaiknya pastikan terlebih dahulu air yang digunakan sudah mendidih. Seduh, dan nikmati aroma kopinya, coffee paradise. Oh yah, jangan lupa, sediakan pisang goreng atau kudapan lainnya untuk menemani agar Kopi Luwa tak sendiri ketika disantap.
Dari Lahat, sahabat petualang menuju Pagaralam. Ups, sempat dicegat anak – anak kecil, rupanya mereka meminta uang sebagai tanda masuk kawasan wisata. Menikmati kopi dilanjutkan di Pagaralam ini. Pagaralam ini merupakan daerah penghasil kopi terbesar di Sumatera. Sahabat petualang ini menikmati Kopi Pagaralam, sementara Terios Mobil Sahabat Petualang terparkir dengan gagah di depan Villa dan Hotel Gunung Gare Pagaralam.
Keesokan harinya, menyusuri jejak penghasil kopi di Sumatera dilanjutkan ke Kabupaten Empat Lawang. Sebelum ke Empat Lawang, Sahabat petualang menyempatkan diri menyusuri perkebunan kopi, dan tak disangka diminta untuk memenuhi undangan makan – makan di sebuah perkebunan kopi. Wah Terios Mobil Sahabat Petualang juga tak masalah ketika harus menyebrangi sungai kecil di sana. Terios Mobil Sahabat Petualang memang mantap, tangguh; tentu saja masih setia menemani pertualangan menikmati kopi di tujuh destinasi pulau Sumatera.
Masih di hari yang sama, 15 Oktober 2012. Perjalanan dilanjutkan setelah makan siang, dan terus melaju ke Empat Lawang. Jalan berkelok – kelok, sedikit terjal, namun Terios Mobil Sahabat Petualang terus melaju dengan baik, tidak saja karena juru kemudi yang tangguh, namun juga karena Terios Mobil Sahabat Petualang memang sangat menyukai tantangan, termasuk menemani menuju 7 spot kopi di Sumatera. Sesampai di Empat Lawang, Sahabat petualang menginap di Puri Emas, Rumah Dinas Bupati Empat Lawang, kebetulan tuan rumah tengah menunaikan ibadah haji. Nah kopi di Empat Lawang ini adalah kopi blasteran antara kopi Arabica dan robusta. Sedappppppppnya, coffee paradise.
Terios Lewati Medan Air Sumber http://www.daihatsu.co.id
Di Kabupaten Empat Lawang ini, para pegawai negeri menggunakan baju batik di hari Kamis, dengan motif kopi tentunya, mantap. Ini dalam rangka memperkenalkan Empat Lawang sebagai daerah penghasil kopi. Setelah berkeliling di Kabupaten Empat Lawang, ditemani Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang, perjalanan dilanjutkan ke Bengkulu, destinasi selanjutnya.
Di Bengkulu, beberapa kegiatan dilaksanakan. Salah satunya adalah penyerahan dana CSR kepada UMKM yang ada di Kota Bengkulu. Ini bentuk perhatian Daihatsu terhadap para pengusaha kecil menengah. Kegiatan ini dilakukan di Main Dealer Daihatsu kota Bengkulu. Selepas acara tersebut, baru dilakukan kegiatan lainnya, salah satunya telusuri kota Bengkulu sembari mengabadikan lewat dokumentasi, untuk kepentingan sejarah. Sahabat petualang bersama Terios Mobil Sahabat Petualang menyambangi rumah Fatmawati, dan tentu saja pantai panjang Bengkulu. Perjalanan dilanjutkan ke Bukittinggi, 618 KM dari Kota Bengkulu. Terios Mobil Sahabat Petualang masih sangat kuat walaupun “disiksa” selama 18 jam, perjalanan dari kota Bengkulu ke Bukittinggi.
Penyerahan Plakat Terios 7-Wonders di Tugu Titik Nol
Perjalanan dilanjutkan ke Medan. Setiba di Medan, Terios Mobil Sahabat Petualang melakukan pemeriksaan agar terjaga kemampuannya. Dan perjalanan dilanjutkan ke Aceh, menikmati kopi aceh, mie aceh, dan tentu saja menuju Sabang titik nol Indonesia. Pertualangan menikmati 7 spot kopi sembari menguji ketahanan Terios, sebagai mobil Sahabat petualang terasa sangat menyenangkan. 24 Oktober 2012, Sahabat petualang mengakhiri cerita menjelajahi pulau Sumatera. Sekian ulasan singkat blog ini.

Baca Selengkapnya ....

Andai Aku Menjadi Ketua KPK

Posted by Unknown 07 November 2012 0 komentar
Sumber : http://lombablogkpk.tempo.co
Andai aku menjadi ketua KPK. Hal pertama setelah aku dilantik, aku akan melepaskan semua atribut asal daerah, bahasa daerah, kerabat, kekayaan dan lain sebagainya. Dan aku akan mengontrak di sebuah kost-an yang dekat dengan kantor KPK, tempatku mengabdi. Dan hanya pulau ke rumah asliku pada akhir pekan, itu pun jika aku sempat. Oh yah, aku tidak akan menggunakan kendaraan sebagai fasilitas dari KPK, kecuali aku nyetir sendiri, itu jauh lebih baik bagiku andai menjadi ketua KPK.
Beberapa hal yang akan aku kerjakan sebagai bagian dari fungsi Ketua KPK. Pertama; aku akan kumpulkan semua pegawai di gedug KPK, dan aku meminta mereka menandatangani Surat Perjanjian Kerja dibubuhi materai, untuk siap “Ditembak” ditempat jika terbukti dan ketahuan menyalahgunakan wewenang sebagai pegawai KPK, baik sebagai penyidik, bagian keuangan dan lain sebagainya. Untuk tingkat pimpinan KPK, aku wajibkan kepada mereka untuk tidak meminta kepada office boy membuat kopi atau hidangan minuman di ruang kerjanya, aku meminta mereka untuk menyediakan sendiri, atau bawa sendiri dari rumah. Karena apa, aku ingin mereka siap untuk tidak dilayani dalam keperluan apapun.
Hal kedua; aku akan meminta semua istri – istri pejabat di gedung KPK untuk berkumpul dan akan kusampaikan kepada semua istri – istri pejabat di Gedung KPK untuk merelakan suami – suami mereka bekerja dengan maksimal di KPK, tidak saja secara ekonomi melainkan dalam hal pengabdian kepada ikhtiar bersama penegakan korupsi di Indonesia. Semua istri pejabat dari paling atas hingga paling bawah, aku tegaskan untuk hadir tanpa terkecuali.
Hal ketiga, dalam hal pemberantasan korupsi. Semua orang yang sudah menjadi tersangka kasus koruptor yang belum melalui mekanisme persidangan, tidak akan aku jebloskan ke penjara. Aku hanya meminta mereka untuk datang setiap hari ke Gedung KPK, tanpa terkecuali, baik ada aktivitas penyidikan berkaitan dengan kasus mereka atau tidak. Jika tidak ada jadwal penyidikan, aku akan menugaskan mereka untuk mengikuti kegiatan keagamaan sesuai dengan agama mereka masing – masing.
Bagi mereka yang sudah melalui mekanisme persidangan, dan terbukti secara sah merugikan negara dan telah melakukan korupsi. Aku akan meminta pengadilan untuk mengambil semua hartanya, dan memerintahkan kepada Dinas Sosial untuk memelihara keluarga yang ditinggalkan selama di penjara. Hal ini aku lakukan, agar dari berbagai sisi dapat aku pertimbangkan jangka panjang.
Keempat, dalam hal pencegahan. Aku akan meminta Ibu Ani Yudhono untuk memimpin pertemuan Istri – istri pejabat negara, pemerintahan dan lain sebagainya. Untuk hadir dalam Gerakan Keluarga Anti Korupsi. Kegiatan ini dimulai dengan mengajak semua istri – istri pejabat untuk turut serta menjadi ujung tombak pencegahan korupsi, terutama bagi suami – suami mereka.
Kelima, dalam hal pencegahan. Aku akan memberikan penghargaan kepada semua siswa yang telah jujur dalam melaksanakan ujian sekolah, walaupun tidak lulus. Penghargaan itu akan aku berikan sebagai apresiasi kejujuran siswa – siswa di seluruh Indonesia. Andai aku menjadi ketua KPK, aku tetap bersama Indonesia.



Baca Selengkapnya ....
Tutorial SEO dan Blog support Online Shop Tas Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Wisata Borneo.